Sabtu, 11 Mei 2013

Mencari afiksasi dan maknanya dalam sebuah artikel




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGJyu1dM0ogA4IhR5EGjABDw1OubyYDXITnz_I5Vzdf6PP9F1Zo87UW5oa7-LoZMPkOy8og9ykiX2lZ1g5_a6jjaYTQtVj7jOA7gqpFG3RssgPS-tyk2-gB6Tx3e4DE352MOf2fJLT9MA/s640/stroke.jpg
Penyakit Stroke saat ini merupakan salah satu pembunuh nomor satu di Indonesia. Dapat terjadi secara mendadak dan dapat menyebabkan cacat permanen. Biasanya orang yang mendapati keluarganya tiba-tiba stroke akan kebingungan dan segera berupaya membawa keluarga tersebut secepat mungkin ke rumah sakit. Ternyata menurut Pakar Medis di Majalah Selaras, tindakan yang terburu-buru membawa pasien stroke ke rumah sakit malah dapat berakibat fatal ! Hal ini karena aliran darah sedang kondisi tidak normal karena penyumbatan, ditambah goncangan-goncangan di kendaraan dalam akan mempercepat proses pendarahan lebih lanjut di otak.

Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan sebagai penanganan darurat saat Stroke?

KELUARKAN DARAH
Kalau kita mendapati keluarga kita terkena serangan stroke, pertama-tama usahakan untuk tetap tenang dan tidak panik. Biarkan penderita tetap di tempat semula saat jatuh, jangan  langsung dipindahkan ! Setelah beberapa saat baru dibantu mengambil posisi duduk yang memungkinkan pengeluaran darah dapat dilakukan. Pengeluaran darah ini untuk membuka penyumbatan darahnya.
Untuk mengeluarkan darah dapat melakukan penusukan melalui jarum suntik, atau kalau tidak ada, dapat menggunakan jaruh pentul atau jarum jahit yang sudah disterilisasi dengan membakarnya terlebih dahulu di atas api.
Penusukan dilakukan pada ujung jari tangan kira-kira 1 cm dari ujung jari. Cukup 1 kali penusukan saja untuk mengeluarkan minimal 1 tetes darah. Lakukan penusukan pada 10 jari tangan. Dapat dilakukan pemencetan bila darah susah keluar. Kira-kira 10 menit, penderita biasanya akan sadar kembali.
Baru setelah itu kita dapat membawa penderita ke Rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

MULUT PEROT
Apabila penderita mengalami perot pada mulutnya, penanagan yang dapat kita lakukan adalah dengan menarik-narik kedua ujung telinganya sampai merah, setelah itu lakukan dua kali penusukan pada ujung bawah daun telinga sehingga darah keluar dari daun telinga. Insyaallah, bentuk mulut penderita akan kembali normal.

Penanganan darurat pertama ini biasanya akan sangat membantu pasie Stroke untuk mencegah keparahan dari penyakitnya. Selamat Mencoba dan semoga bermanfaat. 


Referensi :
Afiks
Pembunuh       : orang yang melakukan
Kebingunan     : dalam keadaan
Membawa       : melakukan perbuatan
Penyumbatan  : membuat
Ditambah        : menjadi
Mempercepat  : menjadi
Pendarahan     : menjadi proses
Penanganan     : proses perbuatan
Dipindahkan   : proses perbuatan
Mengambil      : melakukan perbuatan
Pengeluaran     : proses
Mengeluarkan: proses
Penusukan       : membuat jadi
Membakarnya : proses
Membantu       : melakukan kegiatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar